Halaman

Powered By Blogger

Kamis, 01 Agustus 2013

Pendakian Gunung Semeru 3767 mdpl


Go to semeru,,, dan pada akhirnya gw diperkenalkan menuju gunung semeru, puncak mahameru tempatnya bersemayam para dewa, sekian lamanya menunggu panggilan alam ini dengan mempersiapkan perlengkapan dan segala keperluannya, tepatnya 3 juni 2013 gw, nina, bedul, alfi, suryo dan ame berangkat kemalang. Welcome to semeru,,,


3 juni 2013

Bangun pagi seperti biasanya, packing ulang perlengkapan yang akan dibawa, dengan rasa menggebu gebu tak sabar mencumbu pasirmu mahameru (blom apa-apa udah gombal aja, heuheuheu) jam menunjukan pukul 07.00 selesai sarapan dan semuanya sudah siap gw pamitan keorang tua minta doa buat perjalanan kesemeru.

Dari bekasi menuju jakarta, janjian kumpul dirumah suryo di cipinang tapi sbelumnya gw kerumah nina dulu, kebetulan dirumah belom sempet ngopi jadi sekalian gw numpang ngopi ditempat nina sambil nunggu dia persiapan, selesai pamitan keortunya nina lanjut kerumah bdul, dirumah bedul udah ada alfi, packing ulang dirumah bedul pembagian bawaan logistik, selesai packing ulang  gw berempat lanjut kecipinang rumah suryo, gw sama bdul mampir dulu keklinik bikin surat keterangan sehat buat bedul (harap maklum baru sembuh penyakit jiwanya! Hahaha hari gini baru bkin surat sehat, kemaren kemana aja mas?) Lanjut rumah suryo, disana udah ada ame lengkap smua sudah kumpul, bercengkrama ramah kami semua.

Masih ada yg belum dipersiapkan ternyata, suryo belum bikin kartu keterangan sehat dari dokter (pada gila emang temen gw), jam menunjukan pukul 11.55, sambil menunggu cemas akhirnya suryo datang, pamitan keorang tua suryo lanjut kestasiun klender, masih dalam kecemasan didalam kemacetan rasa gerah bercampur aduk, akhirnya kami sampai distasiun kelender dan sungguh merepotkan dengan pengaturan baru KRL kami harus memutar jauh untuk masuk kestasiun dari biasanya dipintu masuk yang lama.

Kecemasan yang kesekian kalinya, ternyata pembaruan jadwal KRL berubah dan cukup merepotkan kami semua,,, kereta tidak langsung kestasiun senen malah membawa kami sampai kestasiun gambir. Penjadwalan KRL yang baru, dari stasiun kelender ke satsiun senen harus transit dulu di stasiun jati negara, baru bisa dilanjutkan kestasiun senen.

15 menit sebelum kereta matarmaja berangkat, dari stasiun gambir kami naik ojek ke stasiun senen, ditengah kemacetan jakarta dibawah panasnya terik mentari laju motor begitu cepat dilaju layaknya pembalap yang haus akan kemenanganya. Diantara kecemasan tertinggal kereta dicampur takutnya terpisah dari rombongan akhirnya kami tiba distasiun senen, tinggal menunggu bedul yang tertinggal dibelakang, 5 menit sebelum brangkatnya kereta akhirnya bedul datang, bergegas kami menuju loket langsung mencari gerbong dan tempat duduk.

Perjalanan yang penuh perjuangan, akhirnya kereta bergerak dengan perlahan meninggalkan stasiun senen menuju malang, disela perjalanan yang panjang dan membosankan kami berenam lebih mengenal satu sama lain, yang memang baru diperkenalkan diperjalan ini, karakteristik masing-masing mulai terlihat.

Perjalan jakarta-malang memakan waktu 18 jam (sesuai jadwal) tapi nyatanya 21 jam kami berada diatas jalur besi terombang ambing rasanya (heuheuheu)

4 juni 2013

Jam 11.15 kereta berhenti distasiun malang, melesetnya jam kedatangan sungguh diluar dugaan, merusak jadwal yang sudah dipersiapkan sebelum berangkat, tujuan kami selanjutnya adalah pasar tumpang.

Stasium malang - pasar tumpang kami menyewa angkot dengan biaya Rp.100.000, tujuan pertama mencari ATM dan warung mempersiapkan logistik yang kurang, foto copy,dll. sekali lagi kesabaran kami diuji dengan kempesnya ban mobil angkot yg kami cater, dengan sabarnya lagi pak sopir yang ga pnya ban serep dan harus menunggu ban ditambal.  Akhirnya kami tiba dipasar tumpang jam 13.00.

Pasar tumpang - ranu pani, perjalanan kali ini kami menggunakan jeep dengan menyewa RP.350.000, setelah kami rasa cukup perbekalan dan persiapan, kami pun berangkat keranu pani. Disugungkan pemandangan yang luar biasa sensasi yang berbeda ketika melihat kemegahan pemandangan alam kota malang dari atas sebuah jeep.

Rasa lelah hilang sudah, semangat bertambah membara mencumbu pasir mu mahameru, bergejolak jiwa mengembara serasa hidup didada (susah emang kalo ngomong sama pujangga :D) memang benar rasa lelah perjalanan sudah terbayar, ditambah liukan jalur jalur curam disamping lembah-lembah hijau nan indah, dipercantik lagi dengan kabut yang menyelimuti kecantikan alam kota malang ini.

Sesampainya disesa ranu pani (2200 mdpl) pukul 15.00, selayaknya pendakian di TN BTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) kami mengurus izin di pos informasi ranu pani, melanjutkan makan siang yang kesorean dan memang dari pagi belum keisi nasi. Lahap kami menyantap nasi rawon dengan nikmatnya sambil ditemani secangkir kopi hitam, mengembalikan tenaga yang cukup terkuras, istirahat sehabis makan dipondokan warung menikmati alam yang mulai senja.

Jam 15.50 serasa badan telah kembali bugar, keperluan pendaki sudah terpenuhi saatnya kami melanjutkan perjalanan menuju ranu kumbolo, diawali dengan doa dan niat yang luhur serta keinginan untuk mencapai tujuan. Kami memulai pendakian dengan trek awal menurun jalan beraspal menyusuri sisi ranu pani hingga bertemu plang 'selamat mendaki'

Trek menanjak menyambut kedatangan kami, jalan setapak yang syarat akan kealamianya seakan menuntun semangat kami untuk mendaki. Pos 1 (2300 mdpl) beristirahat sejenak, pendakian dilanjutkan dengan jalur yang landai dengan ritme berjalan agak cepat namun terasa panjang dan jauh. Pos 2 (2335 mdpl) disini kami disajikan dengan lembah-lembah yang curam jalur yang membuat nafas kita terponggoh ponggoh, kabut yang menutupi lereng-lereng perbukitan.

Hari mulai gelap dan kami mengeluarkan headlamp dan lampu pijar, sebelum melanjut pendakian malam kami beristrhat sejenak, melepaskan otot-otot dengan sedikit canda tawa. Ditngah perjalanan kami banyak menjumpai pendaki-pendaki lain yang akan turun keranu pani, tegur sapa pun terjadi diantara kami, memang bulan ini banyak sekali pendaki yang mengunjungi gunung semeru.

Pos 3 (2423 mdpl) kami mendapati pos yang telah ambruk, udara malam yang begitu dingin ditambah tebalnya kabut mengajak kami istirahat untuk yang kesekian kalinya, kelelahan tarjadi dan membuat tanya 'kapan sampainya' dilanjutkan brjalan lagi dengan menaiki sebuah tanjakan terasa licin dan susah untuk dilewati, ritme perjalanan yang begitu perlahan sangat hati-hati dalam melangkah.

Trek mulai turun hingga pos 4, nampak sinar-sinar lampu dari kejauhan, bertanda sudah dekatnya dengan ranu kumbolo dan kami lebih bersemangat berjalan disisa tenaga malam ini, hingga sampai pos 5 (2443 mdpl) istirahat, memandangi ranu kumbolo ditengah malam yang terlihat hanya puluhan lampu-lampu berjalan dengan aktifitasnya. Meneruskan perjalanan hingga sampai pada ranu kumbolo (2400 mdpl)

Langsung kami mendirikan tenda, melepas kelelahan dengan teh hangat dan makanan ringan yang kami bawa, saling bercerita dikehangatan tenda. Hari semakin larut saatnya tidur mempersiapkan tenaga buat besok trek kalimati dan summit atack.


pasar tumpang

jeep menuju ranupani

gapura selamat datang

ranukumbolo

5 juni 2013

Menyaksikan sunrise ranukumbolo, menikmati kesegaran pagi hari yang terasa alami, tebal kabut yang menghiasi sisi-sisi ranukumbolo. Acara selanjutnya masak dan makan besar, perut terasa lapar sejak malam yang begitu melelahkan.

Jam menunjukan pukul 08.00 persiapan kekalimati, packing ulang peralatan dan logistik kembali lagi kami berdoa untuk perjalanan ini.

Terlihat sudah tanjakan cinta didepan mata, yang dulu hanya melihat diinternet kini dia ada dihadapan gw, ingin rasanya menggauli indahnya kecantikanmu, dengan mitos2 mu itu! :D

Dengan tanjakan yang curam lagi pula tinggi, sangat berat untuk mendapatkan 'strike' ditambah lagi gw harus menuntun tangan nina untuk mendaki tanjakan cinta, berat, lelah, yang pastinya gw terpesona dengan keperkasaanya.

Diatas tanjakan cinta kami istirahat, memang melelahkan melewati tanjakan cinta, gw pun ga mendapatkan strike, dan sering kali menoleh kebelakang, hilang sudah harapanku 'heuheu' tpi itu hanya mitos boleh percaya atau tidak. Dari sini gw saksikan ranu kumbolo yang nampak mempesona, maju sedikit kedepan dihadapkan dengan oro oro ombo yang begitu cantik. Sungguh maha besar Tuhan dengan segala keindahanNya.

Dilanjutkan menyururi oro oro ombo (100 Ha) daerah vegetasi padang savana dengan hutan cemara, sampailah di cemoro kandang (250 mdpl) istirahat kami sejenak, mempersiapkan fisik untuk mencapai jambangan (3000 mdpl) dengan trek menanjak yg curam, banyak menghabiskan tenaga, terlihat rasa capek dimuka para pendaki, banyaknya istirahat memperlambat pendakian, benar benar diuji mental dan fisik kita di jalur ini.

Tiba dijambangan (3000 mdpl) terlihat sudah puncak mahameru dari kejauhan  mengalahkan rasa lelah kami, ritme perjalanan pun dipercepat melihat keadaan trek yang menurun, hingga tiba di kali mati 16.00

Langsung pembagian tugas; bedul sama alfi turun ke sumber mani ngambil air buat persiapan summit atack malam nanti. gw, nina, yoyo sama ame mendirikan tenda dan langsung masak, malam pun tiba, kegelisahan mulai merasuk didiri gw kekhawatiran terbesar melihat fisik teman-temen gw yang udah pada menurun. Sugesti pun datang tapi enyalah,,,

Sehabis makan dan minum kopi sedikit menghangatkan tubuh saya, rasa rileks, menenangkan diri, mempersiapkan segalanya untuk summit atack. Jam menunjukan pukul 21.30 mata pun belum bisa dipejamkan dan akhirnya gw dibanguni bedul jam 22.30 syukur dah msih bisa istirahat.

Dengan segala doa, usaha, dan kebersamaan kita sudah mencapai kalimati, malam ini kita akan melanjutkan pendakian kearcopodo lanjut ke puncak mahameru. Apapun konsekuensinya kita tanggung bersama, kesalahan terbesar adalah mementingkan ego atas keselamatan orang lain.

Perjalanan dilanjutkan meninggalkan kalimati dan peralatannya, kami hanya membawa perlengkapan seadanya. Mulai menyisiri hutan pinus yang penuh bebatuan, dengan trek curam yang begitu gagahnya seakan menampar jiwa, menusuk didalam kedinginanya.

Lebih dari pada yang gw takuti, kondisi fisik nina dari awal udah keliatan ngedrop, badanya menggigil, pola napas udah gak teratur, selalu gw tanya 'masih kuat gak' entah dah berapa banyak kalimat itu gw ucapin kenina.

Hingga mencapai arcopodo (2903 mdpl) kabut mulai tebal, debu pun mulai beterbangan, ditambah gerimis yg cukup deras, kami pun beristirahat sejenak sekedar menghangatkan badan dengan teh manis, kecemasan pun bertambah ketika melihat kondisi alvi, dan ame menurun, terlihat muka lelah dan pucat dikeduanya, begitu juga nina.

Perjalanpun kami lanjutkan hingga menjumpai pasir, ya jalur pasir memang begitu sulit tuk ditahlukan ditambah gerimis yang belum juga reda, kabut yang semakin menebal mengurangi jarak pandang, debu yang terus beterbangan, menambah kekhawatiran gw kepada teman-teman gw.

Langkah kaki pun terhernti terpelosok didalam pasirnya, terkapar dan terjatuh. sekali lagi menghancurkan mental dan fisik yg udah gw bangun selama ini, untuk yang kesekian kalinya gw tanya lagi kenina 'masih sanggup ga' nina pun masih menyanggupi pendakianya, gw pegang tangan nina masih terasa bergetar, menggigil tubuh nina, nafas yang semakin gak teratur, sungguh membingungan antara kondisi badanya dan jawabannya.

Sementara alvi sudah terlihat agak sedikit menyerah, dibantu bedul dia mendaki jalan, terperosok dan jatuh. Terlebih ame yg ngotot didalam kesakitanya, berjalan terus naik melawan ganasnya pasir semeru. Bersamaan dengan yoyo yang terlihat ambisius dipendakianya.

Jam sudah menunjukan pukul 03.00 prlahan demi perlahan kami pun melanjutkan perjalanan kami, entah berapa jauh lagi gw mampu melewati pasir mahameru yang gak ada habisnya, suhu udara semakin dingin, angin bertambah kencang, debu dan kabut masih menyelimuti tebal, terlihat sudah pemandangan kota malang dari kejauhan, ribuan lampu yg berpijar dari kejauhan.

Semangat untuk mencapai mahameru pun muncul, tpi apa yg gw liat dari temen2 gw, kelelahan kondisi yang emang udah ga prima, terkuras semua, dan akhirnya mengalahkan ego gw, gw cuma bisa menuntun kalian mau smpai mana, gak lama kemudian bedul nyusul gw dari belakang dan bilang mau turun, alfi sakit, dengan kondisinya yang mengharuskan mereka berdua turun.

Yoyo, ame, masih mau melanjutkan pendakianya, sedangkan nina jga mau ikut turun, tpi ada keraguan dihati nina dan masih mau ikut melanjutkan pendakiannya. Ada sedikit rasa ngotot dalam diri nina, tapi ga bakal ke tunjang dengan kondisi dia skarang ini, akhirnya gw ajak nina buat turun, yoyo dan ame tetap melanjutkan pendakianya.

Selamat berjuang kawan!!! Akhirnya gw sama nina pun turun dengan segala keputusan yang gw ambil. Mungkin dilain waktu gw akan kembali lagi mencumbu pasirmu mahameru,,,

sunrise ranulumbolo

tanjakan cinta

pemandanga ranukumbolo dari atas tanjakan cinta


 oro oro ombo

cemoro handang

kalimati

pemandangan pagi dijalur pasir


6 juni 2013

Sekembalinya kami dikalimati puku 07.30  menunggu kedatangan yoyo dan ame, dengan istirahat, menghangatkan badan dengan kopi sementara nina istirahat tidur, sibedul masak, dan gw turun kesumber mani ngambil air. Diperjalanan kesumber mani gw berkenalan dengan ariel pendaki dari kalimantan, kebetulan gw jga baru balik dari kali mantan, gak terasa ngobrol ngarol ngidul kami pun sampe di sumber mani.

Terjadi insiden kecil disini, 2 dry bag 5L yg gw bawa jatuh dan pecah, yang tersisa hanya 2 botol ukuran 1,5L. Berarti cuma punya cadangan air 3L untuk 6 orang sampai keranukumbolo, gw itung2 cukup lah.

Kembali ke kalimati, menyantap mie yg udah mateng dilanjut dengan ngopi-ngopi seperti biasanya, berbincang merencanakan trek menuju ranukumbolo dilanjutkan keranu pani.

Jam 11.00 akhirnya yoyo dan ame tiba dikalimati, terlihat kelelahan diantara keduanya setelah menahlukan mahameru diatas puncaknya, persiapan turun pun langsung dilanjutkan karena jadwal kita malam ini harus sudah ada diranupani, trek yang cukup berat ketika dihadapi dengan cuaca dan tenaga yang sudah terkuras.

Perjalanan dilanjutkan, menapaki jalan setapak meninggalkan kali mati dengan cuaca hujan yg cukup deras, melewati jambangan turun menyisiri hutan cemara hingga sampai melewati oro oro ombo, melewati kembali tanjakan cinta dan sampai diranu kumbolo, akhirnya kami memutuskan untuk ngecamp satu malam lagi diranu kumbolo melihat cuaca yang kurang bersabat dan kondisi badan yang sudah menurun.

7 juni 2013

Melihat sunrise, dilanjutkan masak dan makan besar, cukup ramai pagi ini diranukumbolo puluhan tenda berdiri disini, cukup banyak memang antusias pendaki dari berbagai penjuru Indonesia bahkan dari manca negara mengunjungi gunung semeru.

Perjalanan dilanjutkan menuju ranupani, jam 11.00 kami mulai perjalan dengan cuaca yang bersahabat, seperti menyisihkan rindu pada indahnya ranukumbolo dan ganasnya pasirnya mahameru membuat gw ingin kembali lagi dan menyusuri keindahanya, mungkin dilain waktu dan pada kesempatan yang berbeda.

Jam 16.00 kami sampai diranupani, lapor ke pos penjagaan dan menyerahkan sampah bawaan kami, membeli sedikit cendra mata dan langsung mencari jeep untuk langsung turun kepasar tumpang.

Diperjalanan menuju pasar tumpang sedikit tersendat, jeep yang kami naiki harus berhenti karena sedang ada pengaspalan jalan, suasana gelap dan dingin memutuskan untuk makan dan ngopi-ngopi diwarung yang disediakan masyarakat lokal untuk pekerja yang mengerjakan jalan tersebut.

Setelah menunggu lama akhirnya kami pindah mobil pick up yang biasa membawa sayuran karena pengaspalan yang belum selesai, cukup menyeramkan perjalan turun kepasar tumpang menggunakan pic up ditambah suasana malam yang gelap.

Sesampainya dipasar tumpang kami langsung mencarter mobil angkot dan memutuskan bermalam distasiun malam, dan membeli tiket kereta dipagi harinya.

8 jnui 2013

Berjalan disekitar stasiun malang, melihat aktifitas warga dipagi hari yang begitu ramai hingga bertemu mas ari (warga malang yang sedang jalan-jalan pagi) kebetulan dia mengajak saya berkeliling kepasar burung (pasar tradisional dimalang, menjual beraneka macam burung dan hewan peliharaan lainya).

Disamping pasar burung juga terdapat pasar bunga, begitu banyak jenis bunga bisa dibeli disini, kembalinya kestasiun malang juga dapat dijumpai taman rekreasi dan tugu alun-alun bundar yang menjadi icon kota malang.

Inilah sedikit pengalaman gw dikota malang, sungguh indah alamnya dengan berbagai macam budaya dan kecantikanya dan pada akhirnya kereta membawa kami sampai kejakarta mendapat pelajaran dan pengalaman yang luar biasa.

Galeri photos;
tugu alun-alun bundar malang

balai kota malang

masak malam dikalimati

keramaian diranukumbolo

packing

kelelahan diatas tanjakan cinta

trek ranupani

action

gw begaye

ninna

bedul

ame

suryo

satu lgi nih, alfi sebelah kiri gw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar